Showing posts with label Nasihat. Show all posts
Showing posts with label Nasihat. Show all posts

Sunday, April 12, 2026

COME BACK!


NB: The title is "Alhamdulillah" by Abdull Vocals, but I made "Come Back" as the most often said in the lyric of this song, as title of this blog page


You woke up this morning alive, did you even say alhamdulillah

someone's mother didn't open her eyes today, did you even say alhamdulillah

they are people who never saw yesterday sunset, they left this world before the night was done

but here you are breathing standing living, did you thank Allah for the morning sun

oh oh oh oh oh oh ooh

you complain you have no shoes, but there are people with no legs to walk

you complain nobody listens to you, but there are people no voice to talk

you complain about the food on your plate, but there are children who slept hungry last night

you complain your life is too hard, but someone's fighting just to  stay alive

how much has Allah shown you, how many blessing pass your eyes

still you turn your back on him, still you chase the Dunya's lies

but he's calling you come back, he's calling you come back

no matter how far you ran, Allah is calling you back

you complain about being tired, but someone carried their sick body to the work today

you complain about your small house, but someone has no roof they slept in the rain

you complain about your sick, when someone is lying in the cancer bed tonight

counting their last breaths making their last Dua wishing the had use their health right

and through all of this our Lord never took his blessing away

through all your running he kept giving you another day

you sin, you fail you forgot him, but he never once forgot you

so what is stopping you right now, from coming back to the one who loves you

you come back he forgave, you cried he heard you whispered astagfirullah

he wiped your slate clean, that is Allah, that is your Lord

come back oh comeback

Untukmu, Anakku: Tiga Pesan di Batas Waktu

Malam itu sunyi, hanya suara napasmu yang teratur terdengar dari balik selimut tipis. Aku memandangmu dalam diam, mencoba menghafal setiap lekuk wajahmu, mata yang terpejam damai, kening yang sesekali berkerut, dan tangan kecil yang kini mulai tumbuh dewasa. Waktu berjalan begitu cepat, Nak. Terlalu cepat, hingga sering kali kami sebagai orang tua merasa belum sempat mengatakan semua yang ingin kami titipkan.

Ada begitu banyak hal yang ingin kami ajarkan, begitu banyak pesan yang ingin kami sampaikan. Namun hidup tidak selalu memberi ruang sepanjang yang kita harapkan. Karena itu, jika suatu saat kata-kata ini menjadi satu-satunya yang bisa kau ingat, maka peganglah tiga pesan ini baik-baik. Bukan karena ini yang paling mudah, tetapi karena ini yang paling penting.

Pertama, jagalah waktumu, karena hidup ini ada batasnya.

Anakku, waktu adalah sesuatu yang sering terasa panjang ketika kita menjalaninya, tetapi selalu terasa singkat ketika kita menoleh ke belakang. Hari-hari yang kau lewati sekarang; bermain, belajar, tertawa, bahkan bersedih, suatu saat akan menjadi kenangan yang tak bisa diulang kembali.

Jangan pernah menganggap waktu sebagai sesuatu yang selalu tersedia. Ia berjalan tanpa menunggu siapa pun. Waktu bagaikan es yang terus mencair dipakai ataupun tidak. Setiap detik yang terlewati adalah bagian dari hidup yang tidak akan kembali dalam bentuk yang sama.

Gunakan waktumu untuk hal-hal yang bermakna. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bukan hanya untuk menjadi pintar, tetapi untuk memahami kehidupan. Selain itu, berbuat baiklah, bukan karena agar dilihat orang, tetapi karena itu yang akan menenangkan hatimu. Jangan menunda kebaikan, karena kita tidak pernah tahu apakah kita masih memiliki kesempatan esok hari. Ingatlah, waktu yang kau isi dengan kebaikan tidak akan pernah menjadi sia-sia.

Kedua, ujian adalah bagian dari kehidupan, dan kamu tidak sendiri.

Anakku, hidup tidak akan selalu berjalan mudah. Akan ada hari-hari ketika hatimu terasa berat, ketika dunia seolah tidak berpihak, ketika langkahmu terasa begitu sulit untuk dilanjutkan.

Ketahuilah, itu bukan tanda bahwa kamu lemah. Itu adalah bagian dari kehidupan yang pasti dialami setiap manusia. Tidak ada satu pun yang hidup tanpa ujian.

Namun ada satu hal yang harus selalu kau ingat, bahwa setiap ujian yang datang kepadamu telah diukur sesuai dengan kemampuanmu. Jika terasa berat, bukan berarti kamu tidak mampu, tetapi mungkin kamu sedang belajar menjadi lebih kuat.

Di saat-saat seperti itu, jangan hanya mengandalkan dirimu sendiri. Dekatlah kepada Allah, Yang Maha Mengetahui isi hatimu, bahkan sebelum kamu mengucapkannya. Mintalah pertolongan-Nya, dengan doa yang tulus, dengan keyakinan yang penuh.

Tidak ada masalah yang terlalu besar bagi-Nya. Tidak ada kesulitan yang tidak bisa Dia ringankan. Bahkan dalam keadaan yang paling gelap sekalipun, pertolongan-Nya selalu lebih dekat daripada yang kamu bayangkan.

Jika suatu hari kamu merasa sendirian, ingatlah! kamu tidak pernah benar-benar sendiri. Allah selalu ada, mendengarkanmu, menerima keluhanmu, memberi jawaban dengan cara yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan.

Ketiga, maafkan kami, orang tuamu yang tidak sempurna.

Anakku, ada satu hal yang mungkin jarang kami katakan, tetapi selalu kami rasakan. kami tidak pernah benar-benar tahu cara menjadi orang tua yang sempurna.

Kami belajar sambil menjalani kehidupan. Kami mencoba memahami, mencoba melindungi, mencoba memberikan yang terbaik, meski sering kali cara kami tidak selalu tepat. Mungkin ada kata-kata yang terlalu keras, larangan yang terasa mengekang, atau sikap yang tidak sesuai dengan yang kamu harapkan. Untuk semua itu, kami meminta maaf.

Ketahuilah, di balik setiap nasihat dan setiap kekhawatiran, ada cinta yang begitu besar untukmu. Cinta yang tidak selalu pandai mengungkapkan diri, tetapi selalu hadir dalam setiap doa kami.

Kami ingin kamu bahagia. Kami ingin kamu kuat menghadapi dunia. Kami ingin kamu menjadi pribadi yang baik, yang tidak hanya berhasil dalam hidup, tetapi juga berarti bagi orang lain.

Jika suatu hari kami tidak lagi ada di sisimu, jangan berhenti melangkah. Jangan biarkan kehilangan membuatmu terhenti. Lanjutkan hidupmu dengan penuh semangat. Jadilah manusia yang membawa kebaikan, yang menjaga tutur kata, yang menghormati sesama. Mulailah dengan memilih teman dan lingkungan yang baik, yang dapat menggandeng kamu dalam kebenaran dan kebaikan.

Karena sesungguhnya, bukan harta atau pencapaian yang akan mempertemukan kita kembali kelak setelah kehidupan di dunia, tetapi kebaikan yang kita tanam selama hidup.

Anakku, hidup ini singkat, tetapi maknanya bisa abadi. Maka berjalanlah dengan penuh kesadaran. Gunakan waktumu sebaik mungkin. Hadapi ujian dengan keimanan, dan jalani hidup dengan kebaikan.

Kami tidak tahu sejauh mana kami bisa mendampingi langkahmu. Tetapi kami selalu berharap, di setiap jalan yang kau tempuh, ada cahaya yang menuntunmu.

Kami berdoa semoga takdir mempertemukan kita kembali di tempat yang lebih indah yaitu syurga, sebagaimana janji Allah,  syurga akan diberikan bagi siapa saja yang dapat menjaga apa yang telah Allah titipkan dalam hidup ini.

Sampai saat itu tiba, ingatlah selalu bahwa kami mencintaimu, lebih dari yang bisa kami ungkapkan dengan kata-kata.

Terbaru

Mencari Benih yang Pernah Kami Tanam di Masa Kecil

  Jika mesin waktu benar-benar ada, saya tahu persis, kemana saya akan kembali. Bukan ke tempat yang jauh, cukup ke halaman rumah, tempat ka...

Populer