Malam itu sunyi, hanya
suara napasmu yang teratur terdengar dari balik selimut tipis. Aku memandangmu
dalam diam, mencoba menghafal setiap lekuk wajahmu, mata yang terpejam damai,
kening yang sesekali berkerut, dan tangan kecil yang kini mulai tumbuh dewasa.
Waktu berjalan begitu cepat, Nak. Terlalu cepat, hingga sering kali kami
sebagai orang tua merasa belum sempat mengatakan semua yang ingin kami
titipkan.
Ada begitu banyak hal yang
ingin kami ajarkan, begitu banyak pesan yang ingin kami sampaikan. Namun hidup
tidak selalu memberi ruang sepanjang yang kita harapkan. Karena itu, jika suatu
saat kata-kata ini menjadi satu-satunya yang bisa kau ingat, maka peganglah
tiga pesan ini baik-baik. Bukan karena ini yang paling mudah, tetapi karena ini
yang paling penting.
Pertama, jagalah waktumu, karena hidup ini ada
batasnya.
Anakku, waktu adalah
sesuatu yang sering terasa panjang ketika kita menjalaninya, tetapi selalu
terasa singkat ketika kita menoleh ke belakang. Hari-hari yang kau lewati
sekarang; bermain, belajar, tertawa, bahkan bersedih, suatu saat akan menjadi
kenangan yang tak bisa diulang kembali.
Jangan pernah menganggap waktu
sebagai sesuatu yang selalu tersedia. Ia berjalan tanpa menunggu siapa pun. Waktu
bagaikan es yang terus mencair dipakai ataupun tidak. Setiap detik yang
terlewati adalah bagian dari hidup yang tidak akan kembali dalam bentuk yang
sama.
Gunakan waktumu untuk
hal-hal yang bermakna. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bukan hanya untuk
menjadi pintar, tetapi untuk memahami kehidupan. Selain itu, berbuat baiklah,
bukan karena agar dilihat orang, tetapi karena itu yang akan menenangkan
hatimu. Jangan menunda kebaikan, karena kita tidak pernah tahu apakah kita
masih memiliki kesempatan esok hari. Ingatlah, waktu yang kau isi dengan
kebaikan tidak akan pernah menjadi sia-sia.
Kedua, ujian adalah bagian dari kehidupan, dan
kamu tidak sendiri.
Anakku, hidup tidak akan
selalu berjalan mudah. Akan ada hari-hari ketika hatimu terasa berat, ketika
dunia seolah tidak berpihak, ketika langkahmu terasa begitu sulit untuk
dilanjutkan.
Ketahuilah, itu bukan
tanda bahwa kamu lemah. Itu adalah bagian dari kehidupan yang pasti dialami
setiap manusia. Tidak ada satu pun yang hidup tanpa ujian.
Namun ada satu hal yang
harus selalu kau ingat, bahwa setiap ujian yang datang kepadamu telah diukur
sesuai dengan kemampuanmu. Jika terasa berat, bukan berarti kamu tidak mampu,
tetapi mungkin kamu sedang belajar menjadi lebih kuat.
Di saat-saat seperti itu,
jangan hanya mengandalkan dirimu sendiri. Dekatlah kepada Allah, Yang Maha
Mengetahui isi hatimu, bahkan sebelum kamu mengucapkannya. Mintalah
pertolongan-Nya, dengan doa yang tulus, dengan keyakinan yang penuh.
Tidak ada masalah yang
terlalu besar bagi-Nya. Tidak ada kesulitan yang tidak bisa Dia ringankan.
Bahkan dalam keadaan yang paling gelap sekalipun, pertolongan-Nya selalu lebih
dekat daripada yang kamu bayangkan.
Jika suatu hari kamu
merasa sendirian, ingatlah! kamu tidak pernah benar-benar sendiri. Allah selalu
ada, mendengarkanmu, menerima keluhanmu, memberi jawaban dengan cara yang
mungkin tidak pernah kamu bayangkan.
Ketiga, maafkan kami, orang tuamu yang tidak
sempurna.
Anakku, ada satu hal yang
mungkin jarang kami katakan, tetapi selalu kami rasakan. kami tidak pernah
benar-benar tahu cara menjadi orang tua yang sempurna.
Kami belajar sambil menjalani
kehidupan. Kami mencoba memahami, mencoba melindungi, mencoba memberikan yang
terbaik, meski sering kali cara kami tidak selalu tepat. Mungkin ada kata-kata
yang terlalu keras, larangan yang terasa mengekang, atau sikap yang tidak
sesuai dengan yang kamu harapkan. Untuk semua itu, kami meminta maaf.
Ketahuilah, di balik setiap
nasihat dan setiap kekhawatiran, ada cinta yang begitu besar untukmu. Cinta
yang tidak selalu pandai mengungkapkan diri, tetapi selalu hadir dalam setiap
doa kami.
Kami ingin kamu bahagia.
Kami ingin kamu kuat menghadapi dunia. Kami ingin kamu menjadi pribadi yang
baik, yang tidak hanya berhasil dalam hidup, tetapi juga berarti bagi orang
lain.
Jika suatu hari kami tidak
lagi ada di sisimu, jangan berhenti melangkah. Jangan biarkan kehilangan
membuatmu terhenti. Lanjutkan hidupmu dengan penuh semangat. Jadilah manusia
yang membawa kebaikan, yang menjaga tutur kata, yang menghormati sesama.
Mulailah dengan memilih teman dan lingkungan yang baik, yang dapat menggandeng
kamu dalam kebenaran dan kebaikan.
Karena sesungguhnya, bukan
harta atau pencapaian yang akan mempertemukan kita kembali kelak setelah
kehidupan di dunia, tetapi kebaikan yang kita tanam selama hidup.
Anakku, hidup ini singkat,
tetapi maknanya bisa abadi. Maka berjalanlah dengan penuh kesadaran. Gunakan
waktumu sebaik mungkin. Hadapi ujian dengan keimanan, dan jalani hidup dengan
kebaikan.
Kami tidak tahu sejauh
mana kami bisa mendampingi langkahmu. Tetapi kami selalu berharap, di setiap
jalan yang kau tempuh, ada cahaya yang menuntunmu.
Kami berdoa semoga takdir
mempertemukan kita kembali di tempat yang lebih indah yaitu syurga, sebagaimana
janji Allah, syurga akan diberikan bagi
siapa saja yang dapat menjaga apa yang telah Allah titipkan dalam hidup ini.
Sampai saat itu tiba,
ingatlah selalu bahwa kami mencintaimu, lebih dari yang bisa kami ungkapkan
dengan kata-kata.